#OpTobat – Tobat itu Nikmat
Bismillah
Kadang tanpa kita sadari,sesuatu hal yang baik menurut kita sudah cukup untuk menjadi ukuran sebuah kebajikan.Padahal kita belum mengetahui apakah yang sudah kita anggap sebuah kebajikan itu adalah benar.
Seperti halnya sebuah ’syari’at’ yang dijadikan tolok ukur amal kebaikan namun sesungguhnya justru mengantar kita pada sifat nifak,munafik dan riya.
Ya,benar..
Jika awal sebuah ukuran kebaikan adalah sebuah kesalahan,maka sampai kapanpun hanya akan mengantar kita pada sikap dan amalan yang salah pula.
Seperti apa sesungguhnya kebaikan yang hakiki adalah sesuai dengan fitrah manusia dan membuat seseorang menjadi tenang,damai dan merasa bahwa hidup ini adalah sebuah anugrah,ujian dan lahan ‘bercocok tanam’ untuk bekal di akhirat nanti.
Perhatikan dan renungkanlah teman,jika kita hanya menjadikan dunia sebagai tujuan kita satu-satunya,apakah kita pikir ia tak kan berakhir?
Ya,untuk anak cucu kita,tapi bagaimana dengan kita setelah kita mati nanti? apakah hanya mengharapkan do’a mereka? tak inginkah kita berusaha untuk menjadi hamba yang taat?
Banyak diantara kita yang salah kaprah dalam beramal meskipun ikhlas dalam mengamalkannya,namun karena minimnya ilmu maka tiadalah guna ia mengamalkannya.
Seperti halnya,menafkahkan sebagian rezeki untuk membangun masjid namun diniatkan bukan karena Allah,apakah amal seperti diterima?
Naik haji bahkan sampai 5x dari hasil korupsi,apakah seperti ini juga merupakan amalan yang benar?
Mendakwahkan sebuah agama namun bertujuan mengumpulkan materi,menghujat dan menjadikannya sebagai alat provokasi apakah hal ini juga dibenarkan?
Percayakah kalian dengan dosa?
Benarkah sekecil apapun amal dan dosa kita akan dipertanggung jawabkan kelak setelah kita mati?
Dapatkah kita minta diberi kesempatan untuk hidup kembali ke dunia setelah kita mati nanti?
Ataukah kalian mengira akan hidup selamanya?
Apa yang akan kalian bawa dan tinggalkan setelah kita menutup usia?
Lihatlah,orang-orang sebelum kita yang juga pernah menikmati dunia ini lalu meninggal,kemana mereka saat ini saudaraku?
Apakah kalian kira mereka tertidur dan bermimpi?
Begitu lamakah mereka menikmati dunia ini?
Lihatlah jasad yang kau huni,kelak ia hanya seonggok daging yang renta dan pasti akan kau tinggalkan..
Allah subhanahu wa ta’ala hanya memberimu 2 jalan,yakni jalan ke surga dan jalan ke neraka.
Sekeras apa hatimu saat ini?
Ya,sekeras itulah saat begitu sulitnya dirimu untuk tobat.
Teroboslah alam itu,sadarilah saudaraku,kemaksiatan yang kita lakukan,amal ibadah yang dapat kita kerjakan,semata-mata itu semua atas Izin Allah Subhanahu wa ta’ala.
Allah tidak akan mengurangi,menghalangi dan mencegahmu dalam bermaksiat,beramal maupun terjerumus dalam kesesatan.
Kendati demikian Allah maha kuasa atas segala sesuatu.
Betapa beruntung dan bahagianya dirimu saat Allah memilihmu,membukakan pintu hidayahNya kepadamu dan menjadikanmu termasuk orang-orang yang beruntung,tobat dan selalu bersyukur.